Kamis, 21 Juli 2016

Blender 3d Basic

Blender Basic - Tombol-Tombol Keyboard Beserta Fungsinya Pada Blender
Yohan Dwi Apriyanto

Hallo, kita bertemu lagi di blog saya. Nah, kali ini saya akan membahas tentang blender basic yaitu tombol-tombol keyboard dan fungsinya dalam aplikasi blender. Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan mengenai dasar-dasar penggunaan blender.
Hal ini bertujuan supaya anda dapat menggunakan aplikasi blender dengan mudah. Biasanya, orang yang baru menggunakan blender, tentu saja mengalami kesulitan dimana ia tidak mengerti shortcut tombol keyboard untuk menggunakan tools pada blender, seperti halnya dengan saya yang baru pertama kali menggunakan blender, masih agak bingung dengan cara menggunakan tools pada blender dengan menggunakan shortcut keyboard.
Memang sih, kalo melihat video tutorial blender di youtube terkadang ada yang memberikan tombol shortcutnya untuk menggunakan tools pada blender, ada juga yang tidak sama sekali. Maka dari itu, anda harus menguasai dasar-dasar blender terlebih dahulu, dan anda harus sesering mungkin belajar praktek membuat apapun dengan blender. Oke, saya akan memberikan tombol-tombol shortcut keyboard yang ada pada blender. Semoga berhasil.
Tombol-Tombol Shortcut Pada Blender Beserta Fungsinya












FUNGSI - FUNGSI TOOLS PADA BLENDER
 Yohan Dwi Apriyanto
PERINTAH DASAR
·         TAB key – Berfungsi untuk mengubah antara “edit mode” dan “object select mode”.
·         “O” key –Berfungsi untuk mengaktifkan “proportional vertex editing” pada “edit mode”.
·         “A” key – Berfungsi untuk memilih semua vertices yang terdapat pada sebuah obyek.
·         “B” key – Berfungsi untuk memilih banyak obyek dengan menggunakan windows drag.
·         Space bar – Berfungsi untuk menampilkan menu tool.
·         Number pad – Berfungsi untuk mengontrol view. “7” untuk “top”, “1” untuk “front”, “3” untuk “side”, “0” untuk “camera”, “5” untuk “perspective”, “.” Untuk memperbesar obyek yang telah dipilih, “+” dan “-“ untuk memperbesar atau memperkecil.
·         Mouse – Klik kiri berfungsi untuk mengubah, Klik kanan berfungsi untuk memilih, Klik tengah atau scroll berfungsi untuk memperbesar dan merotasi view.
·         Shift key – Berfungsi untuk memilih obyek lebih dari satu dengan cara menahan tombol Shift dan Klik kanan.
·         Arrow key – Berfungsi untuk pembuatan frame dalam sebuah animasi.
·         “R” key – Berfungsi untuk merotasi sebuah obyek atau vertices.
·         “S” key – Berfungsi untuk mengatur skala sebuah obyek atau vertices.
·         “G” key – Berfungsi untuk memindahkan sebuah obyek atau vertices.
·         “P” key – Berfungsi untuk memisahkan vertices yang dipilih menjadi sebuah obyek didalam “edit mode”.
·         Shift + “D” – Berfungsi untuk menduplikat sebuah obyek atau vertices.
·         “E” key – Berfungsi untuk meng-extrude vertices yang telah dipilih didalam “edit mode”.
·         “U” key – Didalam “object mode” berfungsi untuk menampilkan SingleUser menu, sedangkan didalam “edit mode” berfungsi sebagai “undo”.
·         “M” key – Berfungsi untuk memindahkan obyek ke layer lain. Didalam “edit mode” berfungsi sebagai “Mirror”.
·         “Z” key – Berfungsi untuk merubah view dari wireframe menjadi solid.
·         Alt + “Z” – Berfungsi untuk merubah view tekstur atau tembus pandang.
·         “P” key – Berfungsi untuk memulai mode game.
·         ALT / CTRL + “P” – Berfungsi untuk membuat atau menghapus hubungan Parent/Child.
·         “N” key – Berfungsi untuk menampilkan info sebuah obyek dalam bentuk numeric.
·         Ctrl + “J” – Berfungsi untuk menggabungkan obyek.
·         Alt + “A” – Berfungsi untuk menjalankan animasi.
·         “F” key – Berfungsi untuk membuat sebuah sisi pada “edit mode”.
·         “W” key – Ekspresi Boolean untuk menggabungkan atau mengiris pada 2 obyek atau lebih.
·         “X” atau Delete – Berfungsi untuk menghapus obyek, vertices, atau sisi.
·         Function keys – F1 = Load File, F2 = Save, F3 = Save Image, F4 = Lamp Buttons, F5 = Material Buttons, F6 = Texture Buttons, F7 = Animation Buttons, F8 = Real Time Buttons, F9 = Edit Buttons, F10 = Display Buttons, F11 = Last Render, F12 = Render.
·         “I” key – Berfungsi untuk memasukkan animasi.
·         ALT + “U” – Berfungsi untuk menampilkan “Global Undo Command”.
·         ALT + “C” – Berfungsi untuk mengkonversi menjadi meshes, text dan curves.
·         Shift + Space – Berfungsi untuk menampilkan seluruh layar atau hanya pada viewport yg aktif saja.
·         Ctrl + “0” – Berfungsi untuk memilih sebuah camera.
MENU FILE
·         Append = Ketika anda menginginkan untuk memasukkan elemen dari file Blender yang satu ke file Blender yang lainnya, perlu menggunakan append command.
·         Save = menyimpan hasil kerja
·         Save As = menyimpan hasil kerja dengan nama lain
·         Export/Import = kemampuan Blender untuk menerima beberapa jenis 3D file dari program lain. Blender dapat menyimpan ke dalam bentuk file 3D dari program lain ataupun juga sebaliknya
MENU ADD
Add digunakan untuk menambahkan objek-objek, seperti kamera, lighting dan objek 3D.
Render berfungsi untuk melihat hasil Rendering dan settingnya.

• Help digunakan untuk melihat bagaimana Blender bekerja dan berbagai jawaban untuk pertanyaan dari user.

2. View Port

Pada View Port, terdapat 3 objek, yaitu Cube, Lamp dan Camera. Secara default, View Port memiliki axis X dan Y. dan didalam view port ini kita bisa melihat project dalam berbagai macam sudut dan dapat mengatur letak dan kamera serta sebagainya.

3. Tool Button

Berikut beberapa tools button yang biasa digunakan pada Blender :

• Translate Manipulator Mode

Berfungsi untuk mengambil objek. Disimbolkan segitiga merah, bila menggunakan keboard bisa secara langsung menekan Ctrl+Alt+G.

• Rotate Manipulator Mode

Berfungsi untuk memutar objek. Disimbolkan berupa lingkaran hijau, bila menggunakan keyboard bisa secara langsung menekan Ctrl+Alt+R.

• Scale Manipulator Mode

Berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil objek. Disimbolkan berupa persegi biru, bila menggunakan keyboard bisa secara langsung menekan Ctrl+Alt+S.

• Transform Orientation

Berfungsi untuk mengabungkan beberapa objek.

• Rotating/ Scaling pivot

Berfungsi memutar dan memperbesar atau memperkecil pada area pivot, pivot merupakan titik pusat suatu objek. Disimbolkan berupa titik hitam dengan tanda panah. Pivot adalah titik pusat dari suatu objek, secara default pada Blender kita menggunakan Median Point.

• Modeling

Berfungsi untuk membuat model 3D awal.

• UV Mapping

Berfungsi untuk memindahkan objek berdasarkan vertex.

• Texturing

Adalah pembuatan textur pada objek bisa dengan meload gambar dari kita sendiri, ataupun dari bawaan Blender.

• Rigging

Berfungsi untuk pembuatan tulang atau bones pada objek.

• Skinning

Berfungsi untuk pembuatan kulit pada objek atau model.

• Animasi

Berfungsi untuk pembuatan animasi atau objek bergerak secara timeline/ waktu.

• Particle

Berfungsi untuk pembuatan particle pada objek atau model.

Basic Blender Shortcut:

• Memilih obyek: klik kanan

• Multiple obyek: shift + klik kanan

• Select/Deselect All: A

• Tools Shelf Toggle: Shortcut: T ; Menampilkan Tools Shelf

• Menghapus obyek (vertex, edge, face): x

• Properties Panel Toggle: Shortcut: N ; Menampilkan Properties Panel

• Set Center: Shortcut: Shift + CTRL + Alt + C ; Gunakan menu ini untuk select Center New, Center Cursor atau ObData to Center

• Circle Select: Shortcut: C ; Untuk seleksi Circle/bundar

• Marquee Zoom: Shortcut: Shift + B, lalu LMB-drag ; Untuk zoom obyek dengan seleksi kotak

• Quick Toggle for Vertices, Edges and Faces: Shortcut: CTRL+TAB ; Dalam edit mode gunakan ini untuk mempercepat perpindahan seleksi

• Isolate your Model in 3D: Shortcut: Alt + B dan LMB-drag ; Lalu, rotasikan di 3D view untuk melihat “3D projection” isolated model. Tekan Alt + B lagi untuk mengembalikan ke posisi normal.

• Transform Hotkeys ; G = Move (Grab) ; R = Rotate ; S = Scale ; Alt + G = Reset Position ; Alt + R = Reset Rotation ; Alt + S = Reset Scale

• Add: Shift + A

• Viewport ala 3ds Max: Ctrl+Alt+Q





Senin, 09 Mei 2016

Cara membuat animasimenggunakan Macromedia Flash

Oke, kali ini saya akan berbagi ilmu yg saya dapatkan yaitu Cara membuat animasi menggunakan Macromedia Flash, kali ini saya akan membuat animasi Pac-man, langsung saja.
1. Pertama buka Macromedia Flash.
2. Untuk membuat badan, gunakan Oval Tool, buat lingkaran besar(jangan besar banget).
3. Beri warna pada lingkaran tersebut menggunakan Paint Bucket Tool.
4. Untuk membuat mata, klik Oval Tool lagi, buat lingkaran kecil seperti gambar dibawah ini.
5. Untuk membuat mulut, gunakan Oval Tool lalu gunakan warna putih agar menjadi gambar lingkaran muka dan tubuh
6. Untuk membuat kaki, buat lingkaran, klik Arrow Tool, select setengah lingkaran, tekan delete.
7. Untuk sepatunya, buat kotak di bawah kaki.
8. Select kaki dan sepatunya, tekan Ctrl+G untuk di grup.
9. Select seluruh bagian pacmannya, tekan F8, beri nama Robot.
10. Klik kanan pada pacman, klik Edit in Place.
11. Buat layer baru, caranya klik Insert, Layer.
12. Layer 1 ganti nama menjadi KAKI, Layer 2 menjadi KEPALA.
13. Dilayer kaki, Cut kepala pacmannya, Paste in Place di layer KEPALA.
14. Di Time Line, klik kanan di frame 2, Insert Keyframe di kedua Layer
15. Klik Frame 2 Layer KAKI, klik kaki pacmannya, Copy lalu Paste, jadi kakinya ada 2, deketin biar bertemuan.
16. Insert Keyframe lagi di Frame 3 dan 4 di kedua Layer.
17. Di Frame 3 Layer KAKI, klik Free Transform Tool, arahkan cursor ke dekat titik sudut Kaki sampai ada gambar lingkaran, putar kakinya.
18. Di Frame 4 Layer KAKI, klik Arrow Tool, geser kaki yg kiri ke kiri, geser kaki yg kanan ke kanan.
19. Klik di Frame 3 Layer KAKI, buat bayangan kaki menggunakan Oval Tool, Frame selanjutnya juga dibuat bayangan kakinya, sesuaikan bayangan dengan langkah kakinya.
20. Select seluruh bagian pacman, tekan F8, beri nama Master Robot.
Note: Tekan Ctrl+Enter untuk melihat hasilnya.
21. Klik 2x di kertas putih untuk menyatukan frame-frame yg tadi dibuat.
22. Geser pacman ke bagian paling kiri kertas.
23. Klik kanan di Frame 1, klik Create Motion Tween.
24. Di Frame 20, klik kanan, Insert Keyframe.
25. Klik Frame 20, geser pacman ke bagian paling kanan kertas.

Dibawah ini adalah hasil yg akan keluar jika anda melakukan langkah-langkah di atas dengan benar.

Sekian posting dari saya, semoga bermanfaat dan semoga sukses ! 

Kamis, 05 Mei 2016

Rekayasa Dan Pemanfaatan

Rekayasa dan pemanfaatan
@Yohan Dwi Apriyanto
Radiografi neutron
Rekayasa neutron merupaka salah satu aplikasi dari pemanfaatan teknologi atom atau lebih dikenal dengan nuklir, berkah dari penemuan ini memang tidak sebatas untuk kebutuhan pemusnahan massal, dibaliknya muncul keajaiban untuk perkembangan peradaban, tinggal bagaimana niat dan tujuan manusia-manusia itu memanfaatkannya.
Radiografi merupakan salah satu metode pengujian tidak merusak, biasa diistilahkan Non Destructive Testin (NDT). Radiografi merupakan metode pengujian sistem, struktur, komponen di suatu industry tanpa mengubah keadaan fisik benda uji. Jenis pengujian metode ini berdasarkan sumber radiasi seperti radiografi neutron, sinar X, sinar gamma. Teknik pemakaian sinar X dan gamma telah lebih dahulu dikembangkan dan diaplikasikan dalam industry.
Sedangkan, neutron adaah partikel penyusun dari inti atom yang bermuatan netral. Ketika sebuah neutron bertemu dengan inti atom yang lain, maka keduanya akan saling bereaksi. Hamburan elastic merupakan reaksi neutron jika interaksi tidak menghasilkan perubahan komposisi dan energy. Reaksi tersebut akan membuat neutron kehilangan sebagian energinya menjadi energy kinetic.
Sebaliknya, hamburan tak elasti akan terjadi bila interaksi inti atom tidak mengalami perubahan komposisi, tetapi energy internalnya mengalami eksitasi, inti atom tersebut umumnya akan memancarkan sinar gamma. Selain terhambur, neutron juga dapat tertangkap pada saat reaksi inti. Reaksi tangkapan neutron akan menghasilkan partikel lain yaitu foton. Aplikasi radiografi neutron, berkas neutron berasal dari reactor nuklir atau reactor rise dengan daya rendah antara 100kW – 30MW.
Radiografi neutron mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan radigrafi sinar X dan gamma, salah satunya dipakai untuk menentukan radioisotope yaitu isotope yang mempunyai kemampuan untuk memancarkan radiasi pengion. Kemudian untuk menentukan material yang memiliki nomor atom ringan berat seperti Hidrogen (H), Carbon ©, Niterogen (N), Oksigen (0), Sulfur (S), Uranim (U) dan Putonium (Pu). Hal itu dapat terjadi karena sifat interaksi neutron dengan materi uji merupakan interaksi inti. Berbeda dengan sinar X, interaksinya berupa electron yang berada dikulit atom.
Sistem radiografi sinar X dan radiografi sinar gamma menggunakan sistem atenuasi atau pelemahan sinar yang melewati suatu medium, sedangkan sistem eteksi neutron menggunakan serapan dan hamburan yang akan menghasilkan citra gambar lebih jelas.
Konsep radiografi neutron
Percobaan berkas neutron berasal dari neutron isotopic maupun reactor riset di tembakan ke objek dengan dihadangioleh beam port agar berkas neutron tidak menimbulkan radiasi. Konsep berkas neutron ini menggunakan hukum Lambert, dimana intensitas hamburan pendaran neutron sebelum melewati objek lebih besar dari pada intensitas pendaran neutron setelah melewati objek. Selama melewati beam port hingga detector prinsipnya akan diketahui karakteristik material dari objek tersebut.
Sifat material dapat diketahuidari intensitas hamburan pendaran neutron setelah melewati objek. Tebal objek atau material yang akan dideterminasi diukur menggunakan stepwedge atau media pengukur ketebalan material, dengan persamaan percobaan yang dipakai, n = n0.exp(-µd) ; ln (n0/n) = µd ; µ = ln (n0/n) / d.
Dimana n0 adalah intensitas hamburan pendaran neutron sebelum melewati objek, n adalah intensitas hamburan pendaran neutron yang bila melewati objek akan sesuai sifat material, sedangkan d adalah tebal, kemudian µ adalah karakteristik material suatu objek.
Setelah karakteristik objek telah terdeteksi oleh detector, maka citra pendaran neutron akan ditangkap oleh cerimn yang diletakkan dengan sudut elevasi 450. Cermin dan CCD camera dipasang dalam satu box sehingga hasil pendaran maksimal. Selanjutnya akan direkam oleh CCD kamera yang terhubung dengan computer, aplikasi ini dapat merekam sejumlah sampel sesuai dengan kapasitas memori computeryang disediakan untuk dapat dianalisis sesuai kebutuhan. Aplikasinya biasa dilakukan untuk analisis hiderogen, kandungan karbon, mengidentifikasi bahan peledak dan mengetahui kadungan obat.
Radiografi sebaiknya tidak memakai manusi sebagai objeknya karena dapat membahayakan, hal itu dapat terjadi ketika neutron berinteraksi dengan suatu materi dapat menyebabkan radiasi sehingga materi tersebut bersifat radioaktif. Bila objeknya tanaman, binatang dan materi lainnya bila terkena radiasi dan menjadi radioaktif dapat langsung dimusnahkan atau dikarantina agar radioakifnya mengalami peluruhan.
Harapannya teknologi rekayasa atom terus berkembang untuk kesejahteraan manusia, bila dilakukan sesuai preosedur dan pengembangan terus dilakukan, resiko bahaya dapat ditekan hingga mendekati aman. “Jaringan takut terhadap teknologi nuklir karena nuklir itu juga ciptaan Tuhan, yang harus kita manfaatkan” ujar Gede Bayu Suparta ahli radiografi neutron FMIPA UGM.
Komponen percobaan
Uji radiografi dilakukan dengan beberapa komponen, salah satunya berkas neutron yang ditembakan sejajar untuk mengurangi reaksi hamburan, dan menggunakan energy termal. Sifat dari hamburan sangat mempengaruhi hasil pencitraan dari suatu objek yang dilewati neutron. Kemudian Beam Port berfungsi menghilangkan jenis radiasi yang tidak diinginkan dari sumber neutron, dengan bahan yang biasa dipakai adalah Timbal (Pb), Bismut (Bi), Alumina (Al2O3) dan Pasir Kuarsa (SiO2).

Dektektor atau Scinilator Screen digunakan untuk mempendarkan cahaya neutron, material yang dipakai perpaduan seng (Zn), Sulfur (S) dan Perak (ZnS) Ag. Lalu cerin berfungsi mencerminkan pendaran objek ke CCD kamera, sehingga kamera dapat menangkap dan mengabadikan citra dari objek setelah terlewati berkas neutron. Sistem computer digunakan untuk menganalisis dan simultan citra dari objek yang kemudian akan menghasilkan output yang diinginkan.

Wefie lebih berkesan berkenang daripada Selfie

Wefie Lunch Saya memiliki hobi memotret dan menulis, hal yang benar-benar membuat baik mood saya ketika sedang unmood.. Namun terkadang saya berpikir jika terlalu sering berfoto sendirian alias Selfie... hemm.. selalu sendiri , macaaaammm uji nyali... (seperti ituhhh*) Nah... Karena itulah saya lebih sering berkumpul dengan kawan-kawan dan sahabat saya entah hanya sekedar "meetup" , mengobrol ngalor ngidul dan saya selalu minta di akhir adalah "Wefie" yap We Selfie (Kami berfoto) seperti salah satu foto yang saya telah upload diatas :) Teknik Wefie sebenarnya sama dengan Selfie, yang paling penting adalah semua orang ikut terfoto, terlihat senyum dan cheerssss, jadilah Wefie.. Namun apa bedanya dengan Selfie? Dan mengapa saya mengikutsertakan diri saya dalam program Selfie Blog Competition yang diadakan Kompasiana dan Smartfren ini? Eitss... jangan buru-buru gitu keponya :) Jadi begini, 1. Memories never dies Saya ingin menjadikan sebuah gambar atau foto atau potret diri memiliki banyak kenangan di dalamnya, misalnya acara ulang tahun, makan bersama atau hal lain yang ketika kalian lihat, yang kalian lihat tidak sekedar foto sendiri yang mungkin lupa dalam rangka apa, namun foto tersebut dapat mengingatkan kita sehingga senyum simpul tergurat di garis tawa kita masing-masing. Ciyeeee.. Seperti salah satu foto Wefie kami, masih dalam kesempatan yang sama hanya dengan berbeda orang yang mengambil fotonya hahaa *maksutnya sayaaaah yang ambil qaqaaaaa~ Peace, Love and Wefie! 2. Ngajak orang buat ngumpul Sahabat, temen apalagi pacar *ups Jomblo maap ya hehe.. kadang mereka suka (sok) sibuk dengan urusannya masing-masing, bete ga tuh? Nah.. mereka suka berpikir dua kali kalo ajakan kita salah satunya di tambahin embel-embel "biar bisa foto bareng, loh." (Apalagi kalo make kamera SLR) *padahal mah kaga* mereka mikir deh pasti coba aja sis/gan kalo ga percaya mari kita buktikan *musik drum* jreeeeeeenngggg! Foto berikut saya ambil (lagi, karena saya yang suka wefie) atas salah satu teman kantor saya yang lagi ulang tahun gaes, dy males banget foto tapi pas di blg "ayo foto" tetep aja masuk ke capture-an kita hehe Love you full deh kesayangaaan, selamat ulang tahun ^^ 3.  Ngajak orang (baik teman kita ataupun diri kita sendiri) buat mikir Hah? Kok bisa? Loh Loh Loh..... Iyalah wefie kan banyak orang, seperti yang sudah ndoro (baca: saya) sebutkan diatas salah satu syarat Wefie ya semuanya harus masuk ke dalem foto dong, jadi kalo orangnya banyak ya kita harus ngepasin muka (baca: diri) buat masuk semua ke kamera.. Nih contohnya kasian teman-teman barbie :( Muka semua kan yang keliatan apalagi kalo banyak gencatan kayak gini haha 4. Biar ga kece... pian :( Semakin banyak orang dalam foto kita semakin ngerasa kalau diri kita punya temen, ga kesepian gitu atau gak lagi kayak uji nyali, pokoknya ngerasa rameeee aja, makanya ajak temen-temen lu buat Wefie gaes, banyak barokahnya! Selain dari keempat yang gue jabarin diatas, ada banyak lagi deh yang bisa jadi manfaat Wefie, contohnya kalo ngumpul dan ga bawa duit, kalian bisa minta traktir deh (oke skip, ini modus), kenal satu sama lain dan yang penting ga di cap 'sombong' sama temen yang lainnya. Oke gak tuh gaes? Kamera yang gue gunain dalam setiap Wefie gue berbeda merek, cuma Wefie terakhir ini gue ambil menggunakan Kamera Smartphone Xiaomi Mi4i, ini yang xiaomi aja udah keren dan mumpuni buat wefie apalagi yang versi terbaru, Xiaomi ya gak gaes? :) Yuk, lebih dekat dengan orang sekitarmu dengan WeFie :) Go Wefie Go! Captured by #Xiaomi , #Xiaomi Mi4i, #android xiaomi mi4i , android xiaomi , android www.xiaomi.com