Selasa, 02 Juni 2026

 

PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI KABUPATEN SLEMAN

Yohan Dwi Apriyanto

Sappa Sleman & KT Tekad Mandiri Kalurahan Sendangsari

apriyanto.yohan@gmail.com

Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman. Upaya peningkatan untuk mencapai pendidikan bermutu tidak hanya melakukan pemenuhan pada aspek input dan output saja, namun yang lebih penting adalah aspek proses, yang dimaksud adalah pengambilan keputusan, pengelolaan program, proses pengelolaan kelembagaan, proses belajar mengajar dan proses monitoring dan evaluasi deengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses yang lain. Permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh Kabupaten Sleman saat ini salah satunya adalah kesenjangan akses dan kualitas pendidikan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta tantangan dalam era digital seperti kesenjangan akses. Solusinya meliputi peningkatan infrastruktur, pemerataan distribusi guru, penyediaan beasiswa, dan peningkatan literasi berbasis digital. Mutu pendidikan merupakan dua istilah yang berasal dari mutu dan pendidikan, artinya menunjuk pada kualitas produk yang di hasilkan lembaga pendidikan atau sekolah. Yaitu dapat di identifikasi dari banyaknya siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun yang lain,serta lulusan relevan dengan tujuan.

Kata Kunci: Peningkatan Mutu, Permasalahan Mutu Pendidikan

PENDAHULUAN

Kesenjangan akses dan kualitas pendidikan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta tantangan dalam era digital seperti kesenjangan akses. Solusinya meliputi peningkatan infrastruktur, pemerataan distribusi guru, penyediaan beasiswa, dan peningkatan literasi berbasis digital. kontribusi pemerintah dalam program ini sangat diharapkam, karena Mutu pendidikan merupakan dua istilah yang berasal dari mutu dan pendidikan, artinya menunjuk pada kualitas produk yang di hasilkan lembaga pendidikan atau sekolah. Yaitu dapat di identifikasi dari banyaknya siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun yang lain,serta lulusan relevan dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan serta ingin memberikan pertimbangan dan masukan terkait kebijakan pendidikan, mendukung peningkatan mutu pendidikan, serta menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak terkait dalam dunia pendidikan. Serta upaya untuk menjalankan fungsi dan tugas Dewan Pendidikan dengan sebaik-baiknya, berfokus pada peningkatan mutu pendidikan di tingkat daerah, serta memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pendidikan.

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran penelitian berguna untuk menganalisis bagaimana upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan hanya berdasarkan dari suatu hasil karya tertulis, baik itu hasil dari suatu penelitian yang telah terpublikasi maupun yang belum terpublikasikan. Penelitian studi literatur ini tidak mengharuskan seorang peneliti turun dan bertemu langsung dengan responden di lapangan. Data yang diperlukan dalam penelitian diperoleh dari literasi atau bacaan.

HASIL DAN DISKUSI

Upaya meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan tentang penjaminan mutu pendidikan. Upaya penjaminan mutu pendidikan oleh pemerintah kemudian diimplementasikan ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 pasal 1 ayat (3) yang menyebutkan bahwa ”Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut SPMP adalah subsistem dari Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan”. Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan

Manajeman peningkatan sangat penting karena untuk menghemat waktu secara efesien dalam mengambil kebijakan pendidikan, fasilitas pendidikan, aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan proses belajar mengajar, aplikasi metode, strategi dan pendekatan pendidikan yang mutakhir dan modern, metode evaluasi pendidikan yang tepat, biaya pendidikan yang memadai, manajement pendidikan yang dilaksanakan secara profesional, sumberdaya manusia para pelaku pendidikan yang terlatih, berpengetahuan, berpengalaman dan professional.

Dukungan Pemerintah

Amanat peningkatan pendidikan tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) mengamanatkan bahwa Pemerintah Negara Indonesia harus dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa adalah dengan cara meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataanya pada setiap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pemerintah Daerah dan Pusat memiliki perannya masing-masing dalam mengupayakan adanya dukungan pemerintah pusat kaitannya dengan standarisasi, dukungan pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota kaitanyya dengan pelayanan anggaran dan fasilitas sekolah. Selain penyediaan sarana dan sumberdaya manusia, peranan lainnya dari pemerintah yang tak kalah pentingnya ialah memastikan bahwa penyelenggaran pendidikan bebas dari kepentingan, intervensi serta hal-hal lainya yang dapat menggangu dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan yang bermutu. Untuk itu maka diperlukan komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.

Kepemimpinan Kepala Sekolah

Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur, dan mempunyai hubungan persahabatan yang sangat baik, saling percaya, saling menghargai, dan senantiasa hangat dengan bawahannya. Artinya pemimpin harus dapat menciptakan suasana yang penuh dengan kekeluargaan dengan bawahan.

Kurikulum Yang Relevan

Pentingnya kurikulum yang baik dan relevan sebagai salah satu upaya dalam peningkatan mutu pendidikan. Namun dalam penggunaaan/ pengembangannya kurikulum tidak dapat diadopsi secara keseluruhan dari tempat/ Negara lainnya walaupun Negara tersebut memiliki pendidikan yang sangat bermutu.

Kinerja Guru

Kinerja Guru akan menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan komponen sekolah baik kepala sekolah, budaya/iklim sekolah, guru, karyawan, maupun anak didik. Pidarta (2005: 179) mengemukakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya antara lainyaitu : 1) kepemimpinan Kepala sekolah, 2) budaya/ iklim sekolah, 3) harapan harapan, dan 4) kepercayaan personalia sekolah.

Lulusan Yang Berkualitas

Lulusan yang bermutu tidak hanya bila siswa/ lulusan memilki kemampuan/kompetensi hanya pada aspek kognitif saja, tetapi semua aspek yakni kognitif, psikomotorik, dan afektif, hal ini sesuai dengan PP 32 tahun 2013 tentang standart nasional pendidikan pasal 25 ayat 4 dinyatakan standar kompetensi lulusan sebagaimana mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Dukungan Orang Tua dan Masyarakat

Tanpa dukungan orang tua dan masyarakat pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama semua elemen bangsa, mulai dari pemerintah baik pusat maupun daerah, dunia usaha dan industri (DUDI), dan seluruh lapisan masyarakat.

Pengukuran Peningkatan Keterampilan Membaca Siswa

Peningkatan ketreampilan membaca sangat penting karena jaman sekarang tingkat baca masyarakat yang kurang, sehingga pemahaman menjadi permasalahan dalam pendidikan.

Strategi Pembelajaran Dengan Teknologi

Strategi Pembelajaran merupakan taktik dalam mengajar siswa dimana pembelajaran itu menjadi menyenangkan dan dapat titerima dengan baik oleh siswa secara efektif.

KESIMPULAN

Upaya meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan tentang penjaminan mutu pendidikan. Upaya penjaminan mutu pendidikan oleh pemerintah kemudian diimplementasikan ke dalam Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan. Melalui upayanya antara lain: Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan, Dukungan Pemerinta, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kurikulum Yang Relevan, Kinerja Guru, Lulusan Yang Berkualitas, Dukungan Orang Tua dan Masyarakat, Pengukuran Peningkatan Keterampilan Membaca Siswa dan Strategi Pembelajaran Dengan Teknologi.

DAFTAR PUSTAKA

Agustiani, D., S. (2017). Manajemen kurikulum sebagai upaya peningkatan mutu lembaga pendidikan, Thesis, IAIN Tulung Agung.

Aziz, Amrullah. 2015. Peningkatan mutu pendidikan. Jurnal studi Islam:Pancawahana. 10(2). 1-13 Danarwati, Y.S. 2013. Manajemen pembelajaran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal mimbar bumi Bengawan. 6(13). 1-18

Depdiknas, 2000. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah: Konsep dan pelaksanaan. Jakarta: Depdiknas

Makawimbang, J. H. (2012). Kepemimpinan pendidikan yang bermutu. Bandung: Alfabeta.

Rizkita, K & Supriyanto, A. 2020. Komparasi kepemimpinan pendidikan di Indonesia dan Malaysia dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Jurnal akuntabilitas manajemen pendidikan. 8(2). 155-164

Suhendri. (2019). Penerapan manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Dharmawangsa Medan. universitas Darmawangsa Medan.

Sulaiman, A & Wibowo, U, B. 2016. Implementasi sistem penjaminan mutu internal sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Jurnal akuntabilitas manajemen pendidikan. 4(1). 17-32

Syafaruddin, Manajemen mutu terpadu dalam pendidikan. (Jakarta: Grasindo, 2010)

Yuhasnil & Angggreni, S. 2020. Manajemen kurikulum dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Alugnment: Journal of Administration and Educational Management. 3(2). 214-221

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar