PENINGKATAN
MUTU PENDIDIKAN DI KABUPATEN SLEMAN
Yohan Dwi Apriyanto
Sappa Sleman & KT Tekad Mandiri Kalurahan
Sendangsari
Abstrak
Tujuan dari penelitian
ini adalah guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman. Upaya
peningkatan untuk mencapai pendidikan bermutu tidak hanya melakukan pemenuhan
pada aspek input dan output saja, namun yang lebih penting
adalah aspek proses, yang dimaksud adalah pengambilan keputusan, pengelolaan
program, proses pengelolaan kelembagaan, proses belajar mengajar dan proses monitoring dan evaluasi deengan catatan
bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi
dibandingkan dengan proses-proses yang lain. Permasalahan pendidikan yang
dihadapi oleh Kabupaten Sleman saat ini salah satunya adalah kesenjangan akses
dan kualitas pendidikan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta
tantangan dalam era digital seperti kesenjangan akses. Solusinya meliputi
peningkatan infrastruktur, pemerataan distribusi guru, penyediaan beasiswa, dan
peningkatan literasi berbasis digital. Mutu pendidikan merupakan dua istilah
yang berasal dari mutu dan pendidikan, artinya menunjuk pada kualitas produk
yang di hasilkan lembaga pendidikan atau sekolah. Yaitu dapat di identifikasi
dari banyaknya siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun yang
lain,serta lulusan relevan dengan tujuan.
Kata Kunci: Peningkatan
Mutu, Permasalahan Mutu Pendidikan
PENDAHULUAN
Kesenjangan akses dan
kualitas pendidikan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta
tantangan dalam era digital seperti kesenjangan akses. Solusinya meliputi
peningkatan infrastruktur, pemerataan distribusi guru, penyediaan beasiswa, dan
peningkatan literasi berbasis digital. kontribusi pemerintah dalam program ini
sangat diharapkam, karena Mutu pendidikan merupakan dua istilah yang berasal
dari mutu dan pendidikan, artinya menunjuk pada kualitas produk yang di
hasilkan lembaga pendidikan atau sekolah. Yaitu dapat di identifikasi dari
banyaknya siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun yang
lain,serta lulusan relevan dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan serta ingin
memberikan pertimbangan dan masukan terkait kebijakan pendidikan, mendukung
peningkatan mutu pendidikan, serta menjembatani aspirasi masyarakat dengan
pihak terkait dalam dunia pendidikan. Serta upaya untuk menjalankan fungsi dan
tugas Dewan Pendidikan dengan sebaik-baiknya, berfokus pada peningkatan mutu
pendidikan di tingkat daerah, serta memastikan partisipasi aktif masyarakat
dalam proses pendidikan.
METODE
Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran penelitian berguna untuk
menganalisis bagaimana upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sleman.
Penelitian ini dilakukan hanya berdasarkan dari suatu hasil karya tertulis,
baik itu hasil dari suatu penelitian yang telah terpublikasi maupun yang belum
terpublikasikan. Penelitian studi literatur ini tidak mengharuskan seorang
peneliti turun dan bertemu langsung dengan responden di lapangan. Data yang
diperlukan dalam penelitian diperoleh dari literasi atau bacaan.
HASIL
DAN DISKUSI
Upaya meningkatkan mutu
pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
mengeluarkan kebijakan tentang penjaminan mutu pendidikan. Upaya penjaminan
mutu pendidikan oleh pemerintah kemudian diimplementasikan ke dalam Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP). Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 63 Tahun 2009 pasal 1 ayat (3) yang menyebutkan bahwa ”Sistem
Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut SPMP adalah subsistem dari
Sistem Pendidikan Nasional yang fungsi utamanya meningkatkan mutu pendidikan”.
Tujuan akhir penjaminan mutu pendidikan adalah tingginya kecerdasan kehidupan
manusia dan bangsa sebagaimana dicita-citakan oleh Pembukaan Undang undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang dicapai melalui penerapan
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
Manajemen Peningkatan
Mutu Pendidikan
Manajeman peningkatan
sangat penting karena untuk menghemat waktu secara efesien dalam mengambil kebijakan
pendidikan, fasilitas pendidikan, aplikasi teknologi informasi dan komunikasi
dalam dunia pendidikan, khususnya dalam kegiatan proses belajar mengajar,
aplikasi metode, strategi dan pendekatan pendidikan yang mutakhir dan modern,
metode evaluasi pendidikan yang tepat, biaya pendidikan yang memadai,
manajement pendidikan yang dilaksanakan secara profesional, sumberdaya manusia
para pelaku pendidikan yang terlatih, berpengetahuan, berpengalaman dan
professional.
Dukungan Pemerintah
Amanat peningkatan
pendidikan tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) mengamanatkan bahwa Pemerintah Negara Indonesia
harus dapat mencerdaskan kehidupan bangsa. Upaya untuk mencerdaskan kehidupan
bangsa adalah dengan cara meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataanya pada
setiap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pemerintah Daerah dan
Pusat memiliki perannya masing-masing dalam mengupayakan adanya dukungan
pemerintah pusat kaitannya dengan standarisasi, dukungan pemerintah provinsi
dan kabupaten/ kota kaitanyya dengan pelayanan anggaran dan fasilitas sekolah.
Selain penyediaan sarana dan sumberdaya manusia, peranan lainnya dari pemerintah
yang tak kalah pentingnya ialah memastikan bahwa penyelenggaran pendidikan
bebas dari kepentingan, intervensi serta hal-hal lainya yang dapat menggangu
dan menghambat tercapainya tujuan pendidikan yang bermutu. Untuk itu maka
diperlukan komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari pemerintah baik pemerintah
pusat, provinsi maupun daerah.
Kepemimpinan Kepala
Sekolah
Pemimpin yang efektif
adalah pemimpin yang menata kelembagaan organisasinya secara sangat
terstruktur, dan mempunyai hubungan persahabatan yang sangat baik, saling
percaya, saling menghargai, dan senantiasa hangat dengan bawahannya. Artinya
pemimpin harus dapat menciptakan suasana yang penuh dengan kekeluargaan dengan
bawahan.
Kurikulum Yang Relevan
Pentingnya kurikulum
yang baik dan relevan sebagai salah satu upaya dalam peningkatan mutu
pendidikan. Namun dalam penggunaaan/ pengembangannya kurikulum tidak dapat
diadopsi secara keseluruhan dari tempat/ Negara lainnya walaupun Negara
tersebut memiliki pendidikan yang sangat bermutu.
Kinerja Guru
Kinerja Guru akan
menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan komponen sekolah baik kepala
sekolah, budaya/iklim sekolah, guru, karyawan, maupun anak didik. Pidarta
(2005: 179) mengemukakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
guru dalam melaksanakan tugasnya antara lainyaitu : 1) kepemimpinan Kepala
sekolah, 2) budaya/ iklim sekolah, 3) harapan harapan, dan 4) kepercayaan
personalia sekolah.
Lulusan Yang
Berkualitas
Lulusan yang bermutu
tidak hanya bila siswa/ lulusan memilki kemampuan/kompetensi hanya pada aspek
kognitif saja, tetapi semua aspek yakni kognitif, psikomotorik, dan afektif,
hal ini sesuai dengan PP 32 tahun 2013 tentang standart nasional pendidikan
pasal 25 ayat 4 dinyatakan standar kompetensi lulusan sebagaimana mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Dukungan Orang Tua dan
Masyarakat
Tanpa dukungan orang
tua dan masyarakat pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Pendidikan
merupakan tanggung jawab bersama semua elemen bangsa, mulai dari pemerintah
baik pusat maupun daerah, dunia usaha dan industri (DUDI), dan seluruh lapisan
masyarakat.
Pengukuran Peningkatan
Keterampilan Membaca Siswa
Peningkatan
ketreampilan membaca sangat penting karena jaman sekarang tingkat baca
masyarakat yang kurang, sehingga pemahaman menjadi permasalahan dalam
pendidikan.
Strategi Pembelajaran
Dengan Teknologi
Strategi Pembelajaran
merupakan taktik dalam mengajar siswa dimana pembelajaran itu menjadi
menyenangkan dan dapat titerima dengan baik oleh siswa secara efektif.
KESIMPULAN
Upaya meningkatkan mutu
pendidikan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
mengeluarkan kebijakan tentang penjaminan mutu pendidikan. Upaya penjaminan
mutu pendidikan oleh pemerintah kemudian diimplementasikan ke dalam Sistem Penjaminan
Mutu Pendidikan. Melalui upayanya antara lain: Manajemen Peningkatan Mutu
Pendidikan, Dukungan Pemerinta, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kurikulum Yang
Relevan, Kinerja Guru, Lulusan Yang Berkualitas, Dukungan Orang Tua dan
Masyarakat, Pengukuran Peningkatan Keterampilan Membaca Siswa dan Strategi
Pembelajaran Dengan Teknologi.
DAFTAR
PUSTAKA
Agustiani,
D., S. (2017). Manajemen kurikulum sebagai upaya peningkatan mutu lembaga
pendidikan, Thesis, IAIN Tulung Agung.
Aziz,
Amrullah. 2015. Peningkatan mutu pendidikan. Jurnal studi Islam:Pancawahana.
10(2). 1-13 Danarwati, Y.S. 2013. Manajemen pembelajaran dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan. Jurnal mimbar bumi Bengawan. 6(13). 1-18
Depdiknas,
2000. Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah: Konsep dan pelaksanaan.
Jakarta: Depdiknas
Makawimbang,
J. H. (2012). Kepemimpinan pendidikan yang bermutu. Bandung: Alfabeta.
Rizkita,
K & Supriyanto, A. 2020. Komparasi kepemimpinan pendidikan di Indonesia dan
Malaysia dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Jurnal akuntabilitas
manajemen pendidikan. 8(2). 155-164
Suhendri.
(2019). Penerapan manajemen kurikulum dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA
Dharmawangsa Medan. universitas Darmawangsa Medan.
Sulaiman,
A & Wibowo, U, B. 2016. Implementasi sistem penjaminan mutu internal
sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Jurnal
akuntabilitas manajemen pendidikan. 4(1). 17-32
Syafaruddin,
Manajemen mutu terpadu dalam pendidikan. (Jakarta: Grasindo, 2010)
Yuhasnil
& Angggreni, S. 2020. Manajemen kurikulum dalam upaya peningkatan mutu
pendidikan. Alugnment: Journal of Administration and Educational Management.
3(2). 214-221
Tidak ada komentar:
Posting Komentar